Sunday, May 26, 2013

CONTOH RENCANA KEGIATAN HARIAN

RENCANA KEGIATAN HARIAN
 Minggu/Semester             : 15/II
 Kelompok                         : B
 Tema/Sub Tema              : Alam Semesta/Gejala alam(siang dan malam)
 Hari/Tanggal                   : Kamis,
Alokasi Waktu                 : 08.00  s.d 11.00 Wib
Pendidikan Karakter
Indikator
Kegiatan Pembelajaran
Metode
Alat dan Sumber Belajar
Penilaian Perkembangan Anak
Alat
Hasil
Cinta tanah Air

I Kegiatan Awal                (45 menit)




ASK 1.1.1

Ø  Salam, doa, bernyanyi, menghafal bacaan sholat
Pemberian Tugas
Anak, guru

Observas

Bhs  4.1.4

Ø  Tanja jawab tentang terjadinya siang dan malam”
Tanya jawab
gambar
Percakapan

Kog 2.1.1
Ø  PL Sainst sederhana “terjadinya siang dan malam
Demontrasi
Lampu senter, bola
Unjuk Kerja

FK 1.2.1
Ø  PL Berjalan pelan-pelan seperti berjalan di malam yang gelap gulita
Demontrasi

Anak, guru
Unjuk Kerja



II Kegiatan Inti                 (60 menit)   




Kog 12.2.3
Ø  Menuliskan angka sesuai dengan jumlah gambar bintang di langit malam
Pemberian Tugas
LKA, Pensil
Penugasan


FH 8.1.3
Ø  Finger painting”Kembang api di malam hari”
Pemberian Tugas
Kertas, car air, manik-manik
Hasil Karya

Bhs 15.1.3
Ø  Meniru tulisan “malam”
Pemberian Tugas
Buku, pensil
Hasil Karya


III Pengembangan Diri    (15 menit)
Ø  Iqro`

Pemberian tugas
Buku Iqro`
Penugasan

ASK 5.1.1
IV Kegiatan Istirahat        (30 menit)
Ø  Cuci tangan, doa sebelum dan sesudah makan,makan,main
Demontrasi
Air,ember,serbet bekal,permainan
Observasi


PAI  5.1.5
V Kegiatan Penutup          (30 menit)
Ø  PT Menyebutkan bunyi surat al quraisin ayat 3-4

Pemberian tugas

Anak, guru

Penugasan/observasi


Ø  Diskusi kegiatan hari ini dan besok
Ø  Bernyanyi, doa,salam
Tanya Jawab
Anak,guru
Percakapan
Obsevasi

            Mengetahui                                                                                                                                                                                                         Arga Makmur,
    Kepala RA Asy-Syifa                                                                                                                                                                                                          Guru Kelompok B

FOTO KEGIATAN BERMAIN PERAN

KEGIATAN BERCAKAP-CAKAP
KEGIATAN BERMAIN PERAN

PTK MENINGKATKAN KEMAMPUANN BERBICARA MELALUI METODE BERMAIN PERAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
            Perkembangan berpikir anak usia Taman Kanak-kanak atau Pra Sekolah juga yang disebut dengan masa keemasan ( golden age ) berkembang sangat pesat.Perkembangan intelektual anak sangat pesat terjadi pada kurun waktu usia nol sampai usia pra sekolah. Masa usia Taman Kanak-Kanak itu dapat disebut sebagai masa peka belajar. Dalam masa-masa ini segala potensi kemampuan anak dapat dikembangkan secara optimal, tentunya dari bantuan orang-orang yang berada di lingkungan anak-anak tersebut, misalnya dengan bantuan orang tua dan guru. Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang pesat saat usia taman kanak-kanak adalah kemampuan berbahasa.
Penguasaan bahasa sangat erat kaitannya dengan kemampuan kognisi anak. Sistematika berbicara anak menggambarkan sistematikanya dalam berpikir. Perkembangan bahasa anak usia taman kanak-kanak memang masih jauh dari sempurna, namun demikian potensinya dapat di rangsang lewat komunikasi yang aktif dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kualitas bahasa yang digunakan orang-orang yang dekat dengan anak-anak akan mempengaruhi dalam ketrampilan berbicara dan berbahasa. Di TK guru merupakan salah seorang yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Guru taman kanak-kanak harus dapat mengupayakan berbagai strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak.
Pengembangan kemampuan berbahasa anak di TK ASY-SYIFA Gunung Selan Argamakmur merupakan prioritas dan merupakan tujuan dari sekolah. Namun pada kenyataannya masih banyak permasalahan yang muncul dan teridentifikasi dalam pelaksanaan program tersebut. Permasalahan yang dapat teridentifikasi antara lain:1) hasil belajar yang kurang memuaskan pada kegiatan menyanyi; 2) anak pasif dalam kegiatan bercakap-cakap; 3) kurangnya minat anak dalam bermain peran; 4) kurangnya kemampuan anak dalam berbicara.
Dari keempat masalah yang teridentifikasi tersebut maka permasalahan yang akan dipecahkan adalah kurangnya kemampuan anak dalam berbicara. Hal ini dapat terlihat dari data  bahwa dari 20 orang siswa hanya 8 orang yang bisa aktif dalam kegiatan  sementara 12 orang yang lainnya mengalami permasalahan. Penyebab dari masalah tersebut adalah kemungkinan metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran kurang tepat. Masalah kurangnya kemampuan anak dalam berbicara dapat diupayakan dengan menggunakan metode yang tepat yaitu metode bermain peran, dengan menggunakan metode bermain peran diduga sangat efektif dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam kemampuan berbicara, dengan asumsi proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.